Berita UIN Jakarta

Seo Services

Berawal Dari Kegalauan, Ubah Tulisan Menjadi Karya Yang Berprestasi



Indriyani (Mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam, UIN Jakarta)

Oleh: Anadya Tiara Athaya Jinan
Editor: Dea Aprillia K.A & Alfin Nuriyatus Saadah

Kabar membanggakan datang dari salah satu mahasiswi jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yakni Indriyani atau yang akrab disapa Indri. Ia meraih prestasi di ajang “Semarak Cerpen 2020” yang diselenggarakan oleh Craken Media Publishing untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020.

Saat di wawancarai oleh pihak JTV Kamis, 13 Mei 2020, gadis kelahiran Bogor, 29 April 2000 silam ini mengaku kalau keikutsertaannya dalam kompetisi ini diawali dengan rasa galau yang melanda dirinya. Karna rasa galau ini, Indri berinisiatif untuk menuliskannya ke dalam cerpen. Namun hal ini mengantarkan Indri menjadi juara pertama dalam kompetisi menulis tersebut.

“Keikutsertaan saya itu diawali oleh rasa kegalauan yang saat itu saya rasakan karna saat ini usia saya sudah mulai memasuki usia fase quarter life crisis, dimana saya sering merasakan kebingungan, apa yang mau saya lakukan di kehidupan, kemana tujuan hidup saya nantinya dan pertanyaan-pertanyaan serupa lainnya ke dalam diri saya.” Kata Indri.
Indri bercerita kalau ide penulisan cerpennya ia dapat dengan mudah, karena cerita yang ia tulis berdasarkan dengan pengalamannya semasa duduk di bangku SMA.

“Alhamdulillahnya saya cepat mendapatkan idenya, karena insipirasinya berasal dari diri saya sendiri. Tema lombanya sendiri adalah tentang pendidikan, akhirnya saya bercerita tentang perjuangan saya di SMA mencari jati diri serta passion saya.”
Meskipun dimasa sulit seperti sekarang ini, Indri tetap menyikapi hal tersebut dengan positif. Masa pandemik tidak menjadikannya mengendurkan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

“Karena kondisi sekarang semua serba dirumah, sekarang saya bisa lebih fokus menyalurkan minat saya dalam penulisan dengan terus belajar serta mengikuti lomba-lomba menulis.” Tuturnya.

Kita semua dapat menyikapi fenomena pandemik Covid-19 dengan positif, yakni dengan menjadikan waktu bagi kita generasi muda untuk terus belajar mengasah minat dan bakat serta menciptakan karya-karya yang bisa membawa perubahan di masa depan.
Sebelum mengakhiri sesi wawancara, Indri sempat berpesan untuk kita semua untuk terus mengasah kemampuan yang sudah kita miliki, memanfaatkan waktu sebaik-sebaiknya, karena bisa saja di tengah pandemik ini, kita bisa memiliki banyak waktu untuk diri kita sendiri untuk lebih mengenal diri kita dan mencari passion yang sesuai dengan keinginan kita.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.